Badan Geologi Resmi Luncurkan Pedoman Teknis Tata Cara Asesmen Sumber Daya Geologi

rinjanigeopark      2018-01-19


Geokonservasi merupakan suatu usaha perlindungan terhadap warisan-warisan geologi. Warisan geologi yang sudah teridentifikasi dapat dikonservasi dengan mengajukannya sebagai kawasan cagar alam geologi atau melalui geowisata yang melibatkan (pemberdayaan) masyarakat agar warisan geologi tetap terjaga. Selama ini daerah banyak tergantung dari Badan Geologi/ pusat untuk melakukan identifikasi warisan geologi yang ada di daerah, namun dengan semakin banyaknya permintaan dari daerah seiring pesatnya perkembangan geopark di Indonesia maka diperlukan suatu gebrakan untuk mempercepat proses identifikasi geoheritage.  Pada Tanggal 15 November 2017 lalu, Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan produk berupa Pedoman Teknis Asesmen Sumberdaya Geologi (Geoheritage) di Auditorium Badan Geologi, Kementerian ESDM, Bandung. Acara ini bisa dibilang cukup berhasil karena peserta undangan yang hadir cukup mewakili berbagai pihak yang terkait dengan pemanfaatan sumberdaya geologi mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi serta geopark-geopark se-Indonesia. Secara umum, acara peluncuran ini tersusun dari beberapa rangkaian kegiatan yakni pembukaan dan sambutan-sambutan, pemaparan dari beberapa keynote speaker, peluncuran pedoman teknis asesmen geoheritage dan peluncuran GRANIT atau penyebarluasan informasi geoheritage berbasis internet yang dapat diakses semua orang. Adapun topik yang dibicarakan oleh para keynote speaker adalah Gambaran Umum UNESCO Global Geopark bagi KNIU, Menggali Potensi Geoheritage untuk Pembangunan Berkelanjutan, Pengembangan Geopark dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Prioritas Nasional Pembangunan, Peran Penting Badan Geologi dal Penetapan KCAG, Peran Badan Geologi dalam Pengelolaan Warisan Geologi (Geoheritage) di Indonesia, Peran penting Sistem Informasi Geoheritage Sebagai Panduan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Inventarisasi Geodiversity dan Asesment Geoheritage pada Pembanguna Geopark, Perjalanan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu menuju UNESCO Global Geopark dan Pemanfaatan Geoheritage dalam Mengembangkan Geopark. Pada intinya petunjuk teknis asesmen Sumberdaya Warisan Geologi dan Standar Teknis Inventarisasi Keragaman Geologi dan Identifikasi Warisan Geologi ini dibuat untuk mempercepat pendataan dan pengembangan geoheritage untuk masyarakat. Dengan dikeluarkannya pedoman ini maka diharapkan setiap daerah yang memiliki warisan geologi dapat lebih cepat memiliki data dan mengembangkan pemanfaatan geoheritage-nya sehingga tidak bergantung pada Badan Geologi. Daerah dapat bekerja sama dengan universitas untuk identifikasi dan nantinya tetap diverifikasi oleh Badan Geologi. (Meiva)

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn
rinjanigeopark.com © 2016
Jalan Langko No. 70, Mataram, Indonesia
Phone. +62370-634800