Koordinasi dan Sinkronisasi Program Geopark Indonesia Tahun 2018 bersama Kementerian

rinjanigeopark      2018-01-31


Pekan lalu, Kemenko kemaritiman memfasilitasi sebuah pertemuan yang melibatkan seluruh geopark Indonesia, Kementerian terkait seperti Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Kemendikbud-KNIU, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kemeko PMK dan tim percepatan Geopark Indonesia. Agenda pertemuan ini adalah membahas rencana Konferensi Nasional I Geopark Indonesia, Persiapan Geopark Kaldera Toba menghadapi Asessor UNESCO, persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asia Pacific Geoparks Network ke-6 tahun 2019 dan pengelolaan Geopark Indonesia.

Pertemuan ini  dipimpin oleh Deputi Bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, dimulai dengan pemaparan dari Deputi (Safri Burhanudin) dan Ketua Tim Percepatan Geopark Indonesia (Yunus Kusumabrata). Inti pemaparan adalah menjabarkan tentang perkembangan geopark Indonesia, evaluasi tahun 2017 dan pencapaiannya serta rencana kegiatan di Tahun 2018 beserta poin-poin pentingnya seperti dalam agenda rapat. Hasil evaluasi secara umum, permasalahan geopark yang ada di Indonesia adalah seputar kelembagaan, Amenitas, Sarana prasarana pariwisata, aksesibilitas dan atraksi di geosite-geosite Selanjutnya telah diidentifikasi sebanyak 63 buah geoheritage lain di Indonesia selain geopark yang sudah ada yang berpotensi untuk menjadi Geopark Nasional/ Geopark UGG.

Adapun catatan lain yang berhasil dikumpulkan adalah sebagai berikut :

  1. Kemenhub memberi masukan terkait pendanaan transportasi yang mendukung geopark sebaiknya didiskusikan melalui menteri (tidak bottom up) agar lebih cepat terealisasi. Sedangkan menyangkut infrastruktur yang akan mendukung transportasi ataupun yang mendukung pariwisata secara umum harus menggunakan konsep green building karena terdapat pilar konservasi.
  2. Sejak 2009, Kemenpar telah mebantu pengembangan geopark di Indonesia, beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain penentuan jalur tematik di Geopark Rinjani, Geopark Ciletuh, Belitong, Maros-Pangkep dan pembuatan masterplan Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu.
  3. Kementerian ESDM bersama Badan Geologi akan terus mendampingi dan mendukung dalam hal identifikasi geoheritage atau pengembangan geosite-geosite baru di daerah.
  4. Sejauh ini Geopark Rinjani-Lombok telah memulai melakukan persiapan untuk menyambut Simposium APGN 2019 di Lombok. Secara umum kegiatan Simposium APGN memiliki beberapa agenda utama yakni simposium, pameran dan field-trip. Lokasi yang diusulkan adalah Kota Mataram, Mandalika dan Senggigi. Adapun jalur field trip terbagi menjadi 3 jalur yang akan dipilih oleh peserta. Untuk membahas persiapan  simposium APGN ini diperlukan pertemuan khusus antara pusat dan daerah.
  5. Geopark Toba melaporkan mengenai persiapan assessment oleh UNESCO, sejauh ini masalah utama yang dihadapi adalah amenitas dan aksesibilitas yang tidak berbanding lurus dengan luasnya wilayah Toba.
  6. Ciletuh-Pelabuhan Ratu akan segera menjadi UNESCO Global Geopark, secara umum kekurangan/kelemahan yang ada di Ciletuh adalah aksesibilitas. Sedang dibangun Jalan Tol menuju Sukabumi sehingga dapat efisien bagi pengunjung, selanjutnya Pelabuhan Ratu akan diupgrade dan akan dibuat jadwal rutin transportasi ke Pelabuhan Ratu agar wisatawan memiliki referensi jadwal
  7. KNIU menerima email dari Patrick Mc Kiever yang berisi  hal terkait kekurangan dalam dossier Geopark Toba. Kekurangan tersebut ditunggu UNESCO hingga tanggal 9 Februari 2018. Kemudian akan ada sidang UNESCO yang berlangsung pada tanggal 4 – 17 April 2018, pada kesempatan tersebut KNIU akan mengirimkan wakilnya untuk menghadiri sidang, dan sebagai bekal untuk menguatkan endorsement terkait Rinjani dan Ciletuh maka dapat dipertimbangkan tentang pembuatan progress report terhadap 4 rekomendasi untuk Rinjani dan 13 rekomendasi untuk UNESCO.
  8. Terkait 63 geoheritage yang telah diidentifikasi, KemenLHK memberi masukan untuk melihat latar belakang kawasan 63 kawasan tersebut karena kemungkinan sebagian besarnya adalah wilayah hutan. Sehingga dibutuhkan komunikasi sejak awal agar tidak bersinggungan di kemudian hari, adapun contoh yang telah membangun komunikasi baik sejak awal adalah Rinjani.
  9. Poin pertama yang disimpulkan dan disetujui bersama adalah bahwa pada tahun 2018, yang akan dimajukan sebagai Aspiring UGG adalah Geopark Nasional Belitong. Untuk mendampingi Geopark Belitong akan diusulkan pula Geopark Maros-Pangkep, namun bila Maros-Pangkep belum siap geopark nasional lain seperti Merangin, Tambora dll dapat menjadi alternatif.
  10. Pada Bulan Februari akan diadakan workshop untuk menyusun Masterplan Geopark yang dipimpin oleh Pak Yunus (Ketua Tim Percepatan Geopark Indonesia) dan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan mengundang seluruh Geopark di Indonesia. Hasil dari workshop ini akan dibawa dalam rapat koordinasi meteri.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn
rinjanigeopark.com © 2016
Jalan Langko No. 70, Mataram, Indonesia
Phone. +62370-634800